Rapat koordinasi bersama tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dilaksanakan di lahan hunian sementara (huntara) pasca bencana tanah gerak guna membahas aspek teknis penyediaan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) pada Kamis (26/02).
Pertemuan tersebut juga menitikberatkan pada kesiapan infrastruktur dasar, khususnya kebutuhan air bersih dan jaringan listrik, sebagai penunjang utama kenyamanan dan keselamatan warga terdampak.
Dalam pembahasan, dilakukan peninjauan langsung kondisi lahan, kesiapan utilitas, serta perencanaan tata letak fasos dan fasum agar sesuai standar teknis dan ketentuan yang berlaku.
Huntara ini ditargetkan selesai pada tanggal 16 Maret 2026, sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak dan aman. Target tersebut menjadi komitmen bersama seluruh pihak terkait dalam mempercepat proses pembangunan tanpa mengesampingkan aspek kualitas dan keselamatan.
Rapat koordinasi ini menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pasca bencana tanah gerak, dengan mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, serta kualitas lingkungan hunian bagi masyarakat.

Leave a Reply